Wisata Budaya Sedekah Laut Jogja Sebagai Wujud Syukur Para Nelayan

Wisata Budaya Sedekah Laut Jogja Sebagai Wujud Syukur Para Nelayan

6 August 2018 0 By Mbak Ila

Berbicara tentang upacara budaya yang berlangsung di Jogja, ada seabreg pilihan yang bisa Anda nikmati. Ya, selain terkenal dengan tempat-tempat wisatanya yang indah, Kota Gudeg ini juga terkenal sebagai kota yang kental unsur kesenian dan juga budayanya. Salah satu bentuk upacara budaya yang selalu menarik perhatian adalah tradisi sedekah laut.

Kegiatan atau upacara sedekah laut ini dilakukan pada bulan Muharram (mengacu pada kalender Islam) atau disebut juga bulan Sura (mengacu pada kalender Jawa). Ketika tradisi sedekah laut digelar, ribuan orang akan mendatangi tempat diselenggarakannya tradisi tersebut yaitu di Pantai Depok yang berada di Kabupaten Bantul. Jadi sudah bisa dipastikan suasana pantai akan menjadi sangat ramai dan meriah. Lokasi pantai Depok sendiri berada sekitar 30 km ke arah selatan dari pusat kota Jogja. Ribuan warga tersebut rela pergi ke Pantai Depok untuk menyaksikan sebuah upacara budaya yang sebenarnya merupakan bentuk wujud syukur para nelayan. Selama acara berlangsung, pengunjung bisa menemukan banyak sekali jenis hasil bumi yang dibuat menyerupai gunungan. Jadi, hasil-hasil bumi tersebut ditumpuk sedemikian rupa dan gunungan ini bisa dijumpai dengan mudah di sekitar area pantai.

Budaya sedekah laut ini biasanya dimulai pada pukul 15.00 WIB. Jika Anda ingin melihat kebudayaan tersebut, sangat disarankan bagi Anda untuk berangkat paling tidak pada pukul 13.00 WIB agar Anda tidak terjebak macet yang ujung-ujungnya malah akan membuat Anda melewatkan ritual utamanya. Ritual sedekah laut dimulai dengan kirab yang dilakukan oleh nelayan. Para nelayan membawa sesajian yang berisi berbagai macam hasil bumi dari Markas Polairud Polda DIY yang letaknya tidak terlalu jauh dari pantai. Kirab ini dilakukan oleh orang dewasa dan anak-anak dan semuanya mengenakan pakaian khas adat Jawa.

Kirab yang membawa sesajian tersebut kemudian dibawa ke arah pantai kemudian dibiarkan masuk ke air. Kirab tersebut merupakan representasi dari rasa syukur para nelayan kepada lautan karena sudah diberikan rejeki berupa ikan-ikan yang melimpah. Setelah acara kirab selesai, biasanya panitia akan membagi-bagikan nasi gurih kepada para pengunjung secara gratis untuk dinikmati bersama.