Asal-usul Reog Ponorogo dan Perkembangannya

Asal-usul Reog Ponorogo dan Perkembangannya

13 August 2018 0 By Mbak Ila

Bicara tentang sejarah atau asal-usul dari tari tradisional bernama Reog Ponorogo, sebenarnya ada beragam versinya. Salah satu yang paling dipercaya sebagai versi yang paling benar berasal dari kisah Ki Ageng Kutu. Kisah tentang Ki Ageng Kutu bermula dari jaman Kerajaan Majapahit. Ki Ageng Kutu merupakan salah satu pejabat istana Majapahit. Namun, Ki Ageng Kutu merasa kecewa dengan pemerintahan Majapahit kala itu. Majapahit merupakan kerajaan yang besar di Tanah Jawa namun dia merasa sang raja, yaitu Bhre Kertabhumi, yang menjabat pada sekitar abad ke-15 bukanlah merupakan raja yang baik. Menurut Ki Ageng Kutu, sang raja tidak memiliki jiwa kepimimpinan yang tegas dan merakyat. Hal ini terbukti dari berbagai macam kebijakannya yang tidak cenderung pada rakyat.

Karena kesal dengan kepemimpinan sang raja, Ki Ageng Kutu kemudian merencanakan pemberontakan. Dia mengumpulkan banyak orang untuk belajar ilmu kanuragan sebagai upaya untuk melancarakan rencana pemberontakannya tersebut. Akan tetapi, niatan Ki Ageng Kutu diketahui oleh sang raja yang kemudian melarang kegiatan tersebut. Bukannya menyerah, Ki Ageng Kutu menjadi lebih marah lagi. Namun karena rencana pemberontakannya sudah berhasil digagalkan sebelum benar-benar dilakukan, Ki Ageng Kutu kemudian melakukan upaya protes dengan menciptakan tarian Reog.

Bentuk Reog dan juga Warok yang merupakan bagian dari Tari Reog ini merupakan bentuk sindiran Ki Ageng Kutu terhadap sang raja. Dan ternyata raja tidak suka mengenai bentuk protes ini dan melarang pergelaran tarian Reog. Namun, niatan raja tersebut tidak bisa ditangkal karena banyak masyarakat yang mempelajari tarian ini secara diam-diam dan kemudian berkembang di kalangan masyarakat umum khususnya yang sepaham dengan Ki Ageng Kutu.

Perkembangan Reog Ponorogo

Sejak itulah Tari Reog menjadi bagian dari budaya Ponorogo. Saat ini, Tari Reog tidak digunakan sebagai bentuk protes lagi tapi lebih pada sekedar pertunjukkan budaya. Untuk melakukan tari ini tidaklah mudah. Pembarong atau orang yang menggunakan topeng Singobarong, bukanlah orang sembarangan. Untuk bisa menjadi pembarong, seseorang harus melakukan serangkaian ritual. Tujuan dari ritual itu adalah untuk memperkuat si pembarong agar bisa mengangkat topeng Singobarong yang konon beratnya mencapai 50 Kg hanya dengan menggunakan gigi saja. Dan saat ini, kesenian Tari Reog ini semakin berkembang dan populer tidak hanya di Indonesia tapi sampai ke luar negeri.